Literatur Review: Biosensor Elektrokimia Berbasis Nanomaterial untuk Deteksi Cepat Virus
Keywords:
Biosensor Elektrokimia, Nanomaterial, VirusAbstract
Biosensor elektrokimia berbasis nanomaterial adalah inovasi untuk deteksi virus dengan sensitivitas tinggi, selektivitas yang baik, batas deteksi rendah serta waktu respons yang singkat. Penggunaan nanomaterial, seperti nanopartikel emas, nanokomposit karbon, dan nanostruktur berbasis polimer konduktif dapat meningkatkan kinerja biosensor melalui peningkatan luas permukaan elektroda, konduktivitas listrik, serta stabilitas bioreseptor. Penelitian ini membahas prinsip kerja biosensor elektrokimia, peran nanomaterial dalam meningkatkan efisiensi transduksi sinyal, serta penerapannya dalam mendeteksi berbagai virus, termasuk COVID-19, HIV, influenza, dan dengue. Teknik deteksi virus yang digunakan adalah teknik elektrokimia seperti voltametri, amperometri, dan impedansi elektrokimia. Meskipun biosensor ini menunjukkan potensi besar dalam diagnosis penyakit akibat virus, tetapi masih memiliki tantangan seperti aplikasi pada sampel nyata, peningkatan batas deteksi, serta integrasi dalam perangkat wareable. Dengan perkembangan teknologi nanomaterial dan miniaturisasi perangkat, biosensor elektrokimia diharapkan dapat menjadi alat diagnostik yang efektif dan akurat untuk pengendalian penyakit yang disebabkan virus.



